Sains

Misteri

Pengetahuan

Recent Posts

Harga Daun Pisang di Jepang Bikin Melongo!

January 28, 2018 Add Comment
Sudah menjadi rahasia umum bila dalam kuliner nusantara, daun pisang memiliki banyak kegunaan. Daun pisang bisa digunakan sebagai alas makanan pengganti piring atau mangkok seperti yang digunakan pada pecel.
Lembaran daun berukuran besar ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan seperti lontong maupun pepes. Meskipun tradisional, masih banyak orang yang memilih menggunakan daun pisang sebagai bahan pembungkus makanan. Alasannya beragam, mulai dari menghemat biaya hingga aroma dan rasa yang menjadi lebih sedap dan nikmat. 
Daun pisang juga amat mudah didapatkan di Indonesia. Tidak perlu bersusah mengambilnya di kebun karena daun pisang banyak dijual di pasar-pasar tradisional dengan harga bersahabat. Tapi itu di Indonesia, bagaimana di kalau di Jepang? Di Negeri Sakura tersebut, daun pisang diperjualbelikan secara online. Harganya pun terbilang wah. Dalam situs jual beli amazon, seorang pengguna menjual daun pisang perlembarnya dengan harga 2.280 yen. Nominal tersebut bila dirupiahkan mencapai sekitar Rp 273 ribu.

Daun pisang dijual di situs Amazon


Daun pisang dijual di situs Amazon (Foto: amazon.co,jp)
Dalam keterangan si penjual yang memiliki akun bernama Ryuuka Shoji itu tertulis juga keterangan daun pisang segar dari Okinawa, sebuah prefektur di Jepang. Daun pisang itu memiliki panjang sekitar 100 cm - 130 cm dan lebar antara 40 cm - 60 cm. Selain itu tertulis juga kegunaan daun itu untuk pembungkus makanan. Tak ketinggalan, Ryuuka Shoji juga memberikan diskon. Apabila membelinya 3 sekaligus harganya menjadi 3.700 yen atau sekitar Rp 444 ribu dan 5 sekaligus menjadi 5.700 yen atau berkisar Rp 684 ribu.
 Daun pisang dijual di situs Amazon
Daun pisang dijual di situs Amazon (Foto: amazon.co.jp)
Inoue Takumi salah seorang warga Jepang, mengatakan harga daun pisang di Jepang memang mahal. Di beberapa online shop Jepang, ia menyebut bahwa harga perlembar daun pisang mencapai 350 yen atau sekitar Rp 41 ribu. Namun harga tersebut bisa berbeda tergantung penjualnya. "Macam-macam ada yang 10 lembar itu 11000 yen (sekitar Rp 1,3 juta), 3 lembar 4500 yen (sekitar Rp 540 ribu), memang mahal di Jepang," ujar Inoue Takumi. Selain di situs amazon, daun pisang juga dijual di situs online shop Jepang Rakuten.
Daun pisang dijual di situs Rakuten
Daun pisang dijual di situs Rakuten (Foto: Rakuten.com)
Sementara itu, Annisa Ramadhan, mahasiswa Indonesia yang pernah studi di Jepang mengaku tidak pernah melihat penggunaan daun pisang di masakan Jepang.
"Belum pernah lihat sih, di restoran Indonesia yang ada di sana juga tidak lihat," kata Annisa kepada kumparan, Kamis (18/1).
Harga daun pisang di Jepang tentunya amat bertolak belakang dengan di Indonesia. Di Bogor misalnya, berdasarkan data yang dikutip dari situs pdppjkotabogor.com, harga daun pisang di pasar tradisional per kilogramnya ada Rp 2 ribu.
Di Jepang, buah pisang termasuk yang populer untuk dikonsumsi, namun pohon pisang sangat sulit ditemukan di sana. Sebagai negara sub tropis wajar rasanya bahwa pohon pisang jarang ditemui di Jepang. Okinawa merupakan wilayah di Jepang yang ditumbuhi pohon pisang.
sumber: kumparan.com

Majelis Umum PBB Gelar Sidang Darurat Bahas Veto AS

December 21, 2017 Add Comment

Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara akan mengadakan sesi khusus darurat pada Kamis, 21 Desember 2017 atas permintaan negara-negara Arab dan negara muslim atas keputusan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour mengatakan, Sidang Majelis Umum PBB akan memberikan suara pada rancangan resolusi yang menyerukan agar deklarasi Trump ditarik. Resolusi tersebut sebelumnya telah diveto oleh AS dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Senin kemarin.

"Saya berharap ada dukungan yang luar biasa di Majelis Umum untuk resolusi tersebut," kata Mansour seperti dilansir Reuters, Rabu, 20 Desember 2017.

Meski pemungutan suara seperti itu tidak mengikat namun dianggap memiliki bobot politik yang bisa menekan AS.

Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley mengatakan akan mengingat negara-negara yang memilih resolusi dan mengkritik keputusan AS.

"Di PBB, kami selalu diminta untuk berbuat lebih banyak dan memberi banyak. Jadi ketika kami membuat keputusan atas kehendak masyarakat Amerika, kami tidak mengharapkan orang-orang membantu kami. Akan ada suara yang mengkritik kami dan akan kami catat," kata Haley.

Di bawah Resolusi tahun 1950, sebuah sesi khusus darurat dapat diminta dilakukan agar Majelis Umum PBB mempertimbangkan masalah dengan maksud untuk memberikan rekomendasi kepada anggota untuk melakukan tindakan bersama. Opsi ini bisa dipilih jika Dewan Keamanan PBB dianggap gagal untuk bertindak.

Sejauh ini, hanya 10 sesi sejenis yang pernah diadakan. Terakhir kali Majelis Umum bertemu pada sesi darurat pada tahun 2008 tentang Yerusalem Timur yang diduduki. Sesi khusus darurat ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 21 Desember 2017.


sumber: viva

Penelitian: Hantu Dapat Terlihat Jika Otak Terkena Frekuensi Sangat Rendah

December 21, 2017 Add Comment
Hingga kini para ilmuwan masih tidak percaya atas keberadaan hantu. Walaupun jika memang benar hantu itu ada, tapi tetap susah untuk dapat dibuktikan secara nyata. Karena menurut orang-orang yang percaya, hantu berada di alam lain, tidak kasat mata, namun kadang bisa dirasakan bahkan bisa terlihat pada saat-saat tertentu.

Jika mereka (hantu) memang ada, maka apakah hantu itu? Dari apakah mereka terbentuk? Makhluk apakah mereka? Mungkinkah hantu itu terdiri dari materi yang berunsur gas, molekul, ion atau sesuatu yang lain? Atau bisa jadi, hantu terdiri dari suatu zat atau unsur yang oleh para ilmuwan belum pernah diketahui. Para ilmuwan masih menyelidiki fenomena mistis tentang keberadaan hantu ini.



Lalu muncul pula pertanyaan lainnya, bagaimana hantu bisa beruwud? Bagaimana mereka bisa menembus tembok atau materi lain? Bagaimana mereka tercipta? Bagaimana mereka berakhir? Atau apakah hantu itu hanyalah ilusi mata, ilusi telinga atau ilusi perasaan saja?

Apapun hantu itu, para ilmuwan tetap mengambil penelitian dari sudut ilmu pengetahuan atau sains saja. Dan mereka tetap berkeyakinan bahwa hantu adalah ilusi yang dibuat oleh otak dalam keadaan tertentu.

Jika benar hantu adalah ilusi yang dibuat oleh otak, maka timbul lagi pertanyaan klasik, bagaimana otak bisa membuat ilusi penampakan hantu? Apa yang membuat otak bisa mempunyai kemampuan ilusi atau khayalan ini?


Penyelidikan

Beberapa ilmuwan bergabung untuk menyelidiki fenomena mistis ini. Mereka melakukan eksperimen disebuah tempat paling angker di Amerika, yaitu penjara tua yang sudah lama tidak terpakai di daerah Eastern State Penitentiary, Philadelphia Amerika.




Penjara tua yang sudah lama tak digunakan ini adalah salah satu tempat paling angker di Amerika, 
karena dilaporkan banyak sekali terjadi penampakan hantu.


Dari beberapa saksi mata yang ada di daerah tersebut telah mengakui bahwa mereka memang kadang melihat seperti ada makhluk yang terbang melayang di penjara tersebut. Dan peristiwa itu terjadi dalam waktu beberapa kali.

Penyelidikan ini membutuhkan beberapa sukarelawan yang akan mengamati penjara angker itu. Para relawan yang terpilih haruslah orang yang tidak mempercayai hantu dan bukan orang yang penakut.

Lalu semua sudut dan ruangan dipenjara yang akan digunakan untuk uji coba dilengkapi oleh berbagai jenis kamera infra merah, detektor medan elektromagnet, sensor suhu, sensor audio dan video serta teknologi tercanggih lainnya. Bahkan beberapa diantara perangkat dan teknologi yang digunakan sama persis seperti yang NASA gunakan.





Setelah setiap pojok dan hall serta koridor penjara tua itu diberi peralatan tersebut, mereka mengamati seharian penuh namun tidak ada objek yang mencurigakan.

Pada malam kedua, dikerahkanlah para relawan. Semua relawan masing-masing ditempatkan di dalam beberapa sel tahanan dalam semalam. Bagaimana menurut para relawan?

Para relawan tak merasakan apapun, apalagi adanya fenomena kehadiran hantu. Mereka hanya merasakan udara yang dingin namun pengap, "Mungkin karena di dalam ruang sel ini tidak ada sirkulasi udara", ujar salah satu relawan.

Ada pula yang berujar bahwa, "Udara di dalam sel yang lembab menyebabkan kurang segarnya udara yang terhirup, seperti bau yang tak sedap," ujar relawan.






Selama seharian hingga mendekati fajar, tak satupun relawan yang merasakan adanya anomali. Mereka tak melihat fenomena aneh, penampakan aneh ataupun mendengar sesuatu yang aneh.

Pada hari ketiga. Para ilmuwan menggunakan sedikit trik. Awalnya trik ini hanyalah coba-coba dari beberapa literatur penyelidikan sebelumnya. Mereka menyiapkan beberapa pengeras suara rendah (subwoofer) yang besar. Kemudian tanpa diketahui para relawan, subwoofer tersebut diletakkan di beberapa tempat yang tersembunyi dan tak mungkin dilihat para relawan nantinya.

Pengeras suara rendah tersebut nantinya akan diaktifkan dan akan bergetar dibawah indera pendengaran manusia alias infra-sonic. Saat pengeras dinyalakan maka membran pengeras suara akan maju-mundur dengan hebat namun tak akan ada suara yang terdengar oleh manusia.

Malam pun tiba, seperti malam-malam sebelumnya mereka semua bersiap dengan alat komunikasi yang bisa dipantau dan juga tak lupa dengan membawa senternya masing-masing. Setelah kira-kira setengah jam berlangsung, para ilmuwan menyalakan pengeras suara jenis sub-woofer tersebut. Tak berapa lama, terjadi suasana yang menurut para relawan 'tidak nyaman'.






Gambar-gambar diatas memperlihatkan frekuensi sangat rendah 
mendominasi ruangan penjara

Mereka para relawan melaporkan bahwa entah kenapa kepala mereka agak pusing, jantung sedikit berdebar, bulu tengkuk dan pergelangan tangan merinding, bahkan ada yang melihat seperti asap yang keluar dari tembok. Malam itu begitu aneh tidak seperti malam sebelumnya, apa yang sebenarnya telah terjadi dengan mereka?



Gelombang Frekuensi Rendah

Pengeras suara jenis sub-woofer yang mengeluarkan gelombang frekuensi rendah inilah penyebabnya. Kok bisa, apa yang terjadi?

Setiap frekuensi memiliki panjang gelombang dan setiap gelombang tersebut memiliki kelemahan dan kekurangannya masing-masing.

Tidak seperti gelombang biasa lainnya, pada gelombang sangat rendah (Very Low Frequency) atau VLF, memiliki sifat yang dapat dengan mudah menembus suatu materi seperti kayu, tembok, tanah bahkan beberapa jenis logam.

Dan secara mudah pula, gelombang sangat rendah ini dapat juga menembus badan manusia.

Selama ada gelombang yang dapat menembus badan kita, maka gelombang tersebut pasti juga menembus dan mempengaruhi organ-organ biologis di dalam tubuh manusia, termasuk otak.

Oleh karenanya para peneliti yang juga ilmuwan itu, sangat tertarik dengan fenomena ini. Apa yang menyebabkan pengaruh perilaku manusia dalam keadaan resah, tak nyaman bahkan halusinasi ternyata dapat dipengaruhi oleh gelombang frekuensi sangat rendah (VLF) ini.

Dari hasil penelitiannya, ternyata otak manusia sangat rentan dengan adanya gelombang VLF ini. Ada beberapa bagian dari otak yang sel-sel syarafnya tak terpengaruh oleh VLF, namun ada juga bagian yang terpengaruh.

Beberapa diantara bagian otak yang terpengaruh oleh VLF ini adalah bagian-bagian otak yang mengatur sistim keseimbangan dan kesadaran.

Dan sistim keseimbangan dan kesadaran tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi indera-indera yang tersambung dan terkordinasi kepadanya.

Dengan terpengaruhnya sistim keseimbangan dan kesadaran pada otak manusia itu, maka otak akan memerintahkan sel-sel tertentu kepada indera lainnya, seperti mata yang dapat melihat benda yang tak ada namun menjadi sepertinya ada.

Telinga yang berfungsi sebagai keseimbangan juga mulai terpengaruh akibat informasi yang salah dari otak, lalu mulai merasakan pusing dan juga terjadi efek pendengaran yang sebenarnya tidak ada, seperti mendengar suara wanita, anak menangis dan suara terbahak-bahak.

Indera lainnya juga terbukti terpengaruhi oleh info dari otak yang salah memberikan informasi akibat hantaman gelombang Frekuensi Sangat Rendah atau Very Low Frequency (VLF) ini. Termasuk indera penciuman, mencium wangi bunga yang sebenarnya tidak ada. Indera perasa seperti kulit juga menyebabkan perasaan merinding pada bulu tangan dan tengkuk.

Pada sesi inilah maka manusia akan mengalami seperti halusinasi, karena otak yang terpengaruh oleh VLF dan terjadi dis-informasi dan mempengaruhi indera manusia yang lainnya. Dan pada sesi selanjutnya, maka manusia dapat melihat 'hantu'.

Frekuensi Rendah Ada Dimana-mana

Lalu darimana datangnya frekuensi rendah disekeliling kita? Frekuensi rendah ada dimana-mana dan dapat dipicu oleh berbagai macam cara.

Secara alami frekuensi rendah dapat dipicu oleh getaran yang sangat pelan dan rendah. Mulai dari dedaunan atau alang-alang yang tertiup angin, dari tetesan air yang jatuh, dari rintik air hujan, dari putaran rendah kipas angin dan dari apapun yang bersifat bergetar serta memiliki getaran yang sangat-sangat rendah.

Apalagi jika berada di dalam gedung tua seperti penjara ini. Kelembaban karena air yang menetes, rumput-rumput, suara angin dan lainnya sangat mempengaruhi indera manusia.

Oleh karenanya, para ilmuwan sangat yakin bahwa penampakan hantu karena dipicu oleh disfungsi cara kerja otak yang telah terpengaruh oleh VLF tersebut.

Penelitian Lanjutan Frekuensi Sangat Rendah

Akibat penemuan ”tak sengaja” yang berawal dari penelitian tentang hantu, justru berlanjut menjadi penelitian terhadap – mengubah dan mengatur perilaku manusia (human behaviour). Dan ini justru menjadikannya batu loncatan kepada teknologi-teknologi terkini. Para peneliti langsung berfokus kepada rahasia dibalik frekuensi rendah ini.

Salah-satunya yang juga menggunakan frekuensi rendah adalah H.A.A.R.P. (High frequency Active Auroral Research Program) atau Program Penyelidikan Aurora Aktif Frekuensi Tinggi.


Ya, awalnya frekuensi tinggi. Lalu bagaimana jika frekuensi rendah dipancarkan melalui antena-antena HAARP ini? Mungkin akan banyak hal tak terduga yang akan terjadi lagi, karena hingga saat ini lebih banyak penelitian mengenai frekuensi tinggi daripada frekuensi rendah. 

Dan jika hal ini benar terjadi, pastinya akan selalu disembunyikan dan tak diakui oleh pihak-pihak yang berkepentingan didalamnya.

Begitu 'tak terselidikinya' kemampuan frekuensi sangat rendah ini, sehingga manusia dapat melihat yang tiada, dan dapat mendengar yang tiada, namun semua sepertinya benar-benar ada. Dan oleh sebab itulah hantu ada dan dapat terlihat, menurut ilmu pengetahuan.





Sumber :
indocropcircles