Hukum-hukum Dalam Puasa

August 17, 2011 Add Comment
Puasa ialah menahan diri dari makan, minum dan bersenggama mulai dari terbit fajar yang kedua sampai terbenamnya matahari.
Firman Allah Ta'ala: "….dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam...." (Al-Baqarah:187)


Kapan dan bagaimana puasa Ramadhan diwajibkan?

Puasa ramadhan
wajib dikerjakan setelah terlihatnya hilal, atau setelah bulan Sya'ban genap 30 hari. Puasa Ramadhan wajib dilakukan apabila hilal awal bulan Ramadhan disaksikan seorang yang dipercaya, sedangkan awal bulan-bulan lainnya ditentukan dengan kesaksian dua orang yang dipercaya.

Siapa yang wajib berpuasa Ramadhan?

Puasa Ramadhan diwajibkan atas setiap muslim yang baligh (dewasa), aqil (berakal), dan sanggup untuk berpuasa. Adapun syarat-syarat wajibnya puasa Ramadhan ada empat, yaitu Islam, berakal, dewasa dan mampu. Para ulama mengatakan anak kecil disuruh berpuasa jika kuat, hal ini untuk melatihnya, sebagaimana disuruh shalat pada umur 7 tahun dan dipukul pada umur 10 tahun agar terlatih dan membiasakan diri.

Syarat-syarat sahnya puasa ada enam:

1. Islam: tidak sah puasa orang kafir sebelum masuk Islam.

2. Akal: tidak sah puasa orang gila sampai kembali berakal.

3. Tamyiz: tidak sah puasa anak kecil sebelum dapat membedakan (yang balk dengan yang buruk).

4. Tidak haid: tidak sah puasa wanita haid, sebelum berhenti haidnya.

5. Tidak nifas: tidak sah puasa wanita nifas, sebelum suci dari nifas.

Niat :

menyengaja dari malam hari untuk setiap hari dalam puasa wajib.

Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

"Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak sah puasanya." (HR.Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa'i dan At-Tirmidzi. Ia adalah hadits mauquf menurut At-Tirmidzi). Dan hadits ini menunjukkan tidak sahnya puasa kecuali diiringi dengan niat sejak malam hari yaitu di salah satu bagian malam. Niat itu tempatnya di dalam hati, dan melafazdkannya adalah bid'ah yang sesat, walaupun manusia menganggapnya sebagai satu perbuatan baik. Kewajiban niat semenjak malam harinya ini hanya khusus untuk puasa wajib saja, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah datang ke Aisyah pada selain bulan Ramadhan, kemudian beliau bersabda (yang artinya): "Apakah engkau punya santapan siang? Maka jika tidak ada aku akan berpuasa" [Hadits Riwayat Muslim 1154].

Sunah puasa ada enam:

1. Mengakhirkan sahur sampai akhir waktu malam, selama tidak dikhawatirkan terbit fajar.

2. Segera berbuka puasa bila benar-benar matahari terbenam.

3. Memperbanyak amal kebaikan, terutama menjaga shalat lima waktu pada waktunya dengan berjamaah, menunaikan zakat harta benda kepada orang-orang yang berhak, memperbanyak shalat sunat, sedekah, membaca Al-Qur'an dan amal kebajikan lainnya.

4. Jika dicaci maki, supaya mengatakan: "Saya berpuasa," dan jangan membalas mengejek orang yang mengejeknya, memaki orang yang memakinya, membalas kejahatan orang yang berbuat jahat kepadanya; tetapi membalas itu semua dengan kebaikan agar mendapatkan pahala dan terhindar dari dosa.

5. Berdo'a ketika berbuka sesuai dengan yang diinginkan. Seperti membaca do'a: "Ya Allah hanya untuk-Mu aku beupuasa, dengan rizki anugerah-Mu aku berbuka. Mahasuci Engkau dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, terimalah amalku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"

6. Berbuka dengan kurma segar, jika tidak punya maka dengan kurma kering, dan jika tidak punya cukup dengan air.

Hukum orang yang tidak berpuasa Ramadhan :

Diperbolehkan tidak puasa pada bulan Ramadhan bagi empat golongan:

1. Orang sakit yang berbahaya baginya jika berpuasa dan orang bepergian yang boleh baginya mengqashar shalat. Tidak puasa bagi mereka berdua adalah afdhal, tapi wajib mengqadhanya. Namun jika mereka berpuasa maka puasa mereka sah (mendapat pahala). Firman Allah Ta'ala: " ….Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.... " (Al-Baqarah:184). Maksudnya, jika orang sakit dan orang yang bepergian tidak berpuasa maka wajib mengqadha (menggantinya) sejumlah hari yang ditinggalkan itu pada hari lain setelah bulan Ramadhan.

2. Wanita haid dan wanita nifas: mereka tidak berpuasa dan wajib mengqadha. Jika berpuasa tidak sah puasanya. Aisyah radhiallahu 'anha berkata: "Jika kami mengalami haid, maka diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan menggadha shalat." (HaditsMuttafaq 'Alaih).

3. Wanita hamil dan wanita menyusui, jika khawatir atas kesehatan anaknya boleh bagi mereka tidak berpuasa dan harus meng-qadha serta memberi makan seorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan. Jika mereka berpuasa maka sah puasanya. Adapun jika khawatir atas kesehatan diri mereka sendiri, maka mereka boleh tidak puasa dan harus meng-gadha saja. Demikian dikatakan Ibnu Abbas sebagaimana diriwayatkan o!eh Abu Dawud. Lihat kitab Ar Raudhul Murbi', 1/124.

4. Orang yang tidak kuat berpuasa karena tua atau sakit yang tidak ada harapan sembuh. Boleh baginya tidak berpuasa dan memberi makan seorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkannya. Demikian kata Ibnu Abbas menurut riwayat Al-Bukhari. Lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir, 1/215. Sedangkan jumlah makanan yang diberikan yaitu satu mud (genggam tangan) gandum, atau satu sha' (+ 3 kg) dari bahan makanan lainnya. Lihat kitab 'Umdatul Fiqh, oleh Ibnu Qudamah, him. 28.

Hukum jima' pada siang hari bulan Ramadhan :

Diharamkan melakukan jima' (bersenggama) pada siang hari bulan Ramadhan. Dan siapa yang melanggarnya harus meng-qadha dan membayar kaffarah mughallazhah (denda berat) yaitu membebaskan hamba sahaya. Jika tidak mendapatkan, maka berpuasa selama dua bulan berturut-turut; jika tidak mampu maka memberi makan 60 orang miskin; dan jika tidak punya maka bebaslah ia dari kaffarah itu. Firman Allah Ta'ala: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya..." (Al-Baqarah: 285). Lihat kitab Majalisu Syahri Ramadhan, hlm. 102-108.

Hal-hal yang membatalkan puasa :

1. Makan dan minum dengan sengaja. Jika dilakukan karena lupa maka tidak batal puasanya.

2. Jima' (bersenggama).

3. Memasukkan makanan ke dalam perut. Termasuk dalam hal ini adalah suntikan yang mengenyangkan dan transfusi darah.

4. Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman atau sebab lainnya dengan sengaja. Adapun keluar mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena keluamya tanpa sengaja.

5. Keluarnya darah haid dan nifas. Manakala seorang wanita mendapati darah haid, atau nifas batallah puasanya, baik pada pagi hari atau sore hari sebelum terbenam matahari.
6. Sengaja muntah, dengan mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha, sedang barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qadha." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi). Dalam lafazh lain disebutkan: "Barangsiapa muntah tanpa disengaja, maka ia tidak (wajib) mengganti puasanya." Diriwayatkan oleh Al-Harbi dalam Gharibul Hadits(5/55/1) dari Abu Hurairah secara maudu' dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah No. 923.

7. Murtad dari Islam -semoga Allah melindungi kita darinya. Perbuatan ini menghapuskan segala amal kebaikan. Firman Allah Ta'ala: "Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-An'aam: 88).

8. Tidak batal puasa orang yang melakukan sesuatu yang membatalkan puasa karena tidak tahu, lupa atau dipaksa. Demikian pula jika tenggorokannya kemasukan debu, lalat, atau air tanpa disengaja. Jika wanita nifas telah suci sebelum sempurna empat puluh hari, maka hendaknya ia mandi, shalat dan berpuasa.

Kewajiban orang yang berpuasa :

Orang yang berpuasa, juga lainnya, wajib menjauhkan diri dari perbuatan dusta, ghibah(menyebutkan kejelekan orang lain), namimah (adu-domba), laknat (mendo'akan orang dijauhkan dari rahmat Allah) dan mencaci-maki. Hendaklah ia menjaga telinga, mata, lidah dan perutnya dari perkataan yang haram, penglihatan yang haram, pendengaran yang haram, makan dan minum yang haram.

Puasa yang disunatkan :

Disunatkan puasa 6 hari pada bulan Syawwal, 3 hari pada setiap bulan (yang afdhal yaitu tanggal 13, 14 dan 15; disebut shaum al-biidh), hari Senin dan Kamis, 9 hari pertama bulan Dzul Hijjah (lebih ditekankan tanggal 9, yaitu hari Arafah), hari 'Asyura (tanggal 10 Muharram) ditambah sehari sebelum atau sesudahnya untuk mengikuti jejak Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya yang mulia serta menyelisihi kaum Yahudi.

Menu Makan Sehat Sahur dan Berbuka Puasa

August 17, 2011 Add Comment
Kebanyakan orang memiliki kecendrungan makan berlebihan di bulan puasa, apalagi hidangan di bulan Ramdhan biasanya dibuat lengkap dan istimewa. Padahal, hidangan yang nikmat saja tanpa memenuhi gaya makan yang sehat dan prinsip gizi seimbang bisa membuat puasa jadi berantakan.


Selain mudah mengantuk dan badan menjadi lemas, menu berbuka dan sahur yang kurang sehat juga bisa membuat kadar kolesterol melonjak. Untuk menjaga agar tubuh tetap fit dan berstamina selama menjalani puasa, simak tip menu berbuka dan sahur dari dr.Phaidon L.Toruan, sport nutritionist berikut ini:


- Utamakan air, vitamin, dan elektrolit. Artinya, minum air putih dan buah-buahan, atau jus buah tanpa gula. Air kelapa juga boleh. Caranya minum air kelapa dulu, dan karena sifat elektrolit di air kelapa , maka kita akan masih merasa haus baru dilanjutkan dengan minum air putih. Ketika tidur tubuh kita kehilangan berat 1-2 kg, dan itu adalah air. Jadi memulai puasa dengan restorasi cairan adalah langkah yang baik.

- Pilih menu utama yang terdiri dari karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, spageti, atau bubur kacang hijau dengan gula aren. Jenis karbohidrat ini lebih "tahan lama" dalam membuat gula darah stabil, sehingga mood menjadi relatif lebih baik.

- Jangan lupakan serat, baik dari sayur atau buah. Selain membersihkan usus, serat adalah "sapu alami" yang membantu membersihkan sisa daging di sela- usus.

- Pilih lemak sehat atau minyak yang tidak digoreng, seperti zaitun, minyak kelapa atau flaxseed oil. Misalnya dalam bentuk sambal. Lemak membuat pergerakan makanan di perut menjadi lambat, sehingga lebih tahan lapar. Akan tetapi kalau diasup minyak gorengan, baik dari makanan siap saji yang dibeli semalam sebelumnya, atau menggoreng langsung, maka kita memasukkan radikal bebas ke dalam tubuh kita. Akibatnya manfaat puasa secara fisiologis berkurang.


- Minum yang manis alami tanpa gula. Air kelapa, jus buah melon atau semangka dan buah lainnya. Hindari gula pasir karena akan menyebabkan efek yoyo pada timbangan nantinya di hari Raya, dan memberi dampak kesehatan yang kurang baik.

- Karbohidrat kompleks akan lebih baik plus makanan yang tidak digoreng. Nasi putih, dan makanan gorengan akan membuat ngantuk saat tarawih. Gorengan mengikat oksigen darah sampai 20%.

- Pasca buka puasa, konsumsi lagi air putih. Usahakan mulai buka puasa sampai tidur minimal masuk air 1 liter.

Contoh menu sahur sehat

- Nasi merah dengan soto ayam, sambal minyak zaitun dan buah pisang.
- Bubur kacang hijau dengan gula aren dan telur setengah matang dengan 3 putih telur dan 1 kuning telur. Buah jeruk
- Bubur oatmeal dengan telur rebus dan irisan tomat buah.
- Sandwich, roti gandum dengan butter atau selai kacang. Telur setengah matang 3 putih dan 1 kuning. Buah pepaya.

Contoh menu berbuka puasa
- Nasi merah dengan sate ayam, buah pisang
- Nasi merah dengan soto ayam, buah jeruk
- Spaghetti dengan saus tuna dan salad buah.

Keutamaan dan Keistimewaan Shalat Tarawih

August 17, 2011 Add Comment
Assalammu’alaikum wr.wb
Bismillah..
Sahabat Jiwaku, Shalat tarawih atau shalat malam memiliki keutamaan dan keistimewaaan sebagai salah satu ibadah di bulan suci Ramadhan. Nah, kemaren malem, terus kemaren nya lagi, ane dengerin ustad pas ceramah sebelum Sholat Tarawih, Kata Bapak Ustad, Pahala Orang Yang Sholat Tarawih Berjama’ah di Masjid dan ikut Hingga Witir selesai, Insya Allah akan mendapat Pahala Sholat satu Malam Penuh. Subhanallah… Berapa Banyak ya? Wallahualam..


Nah ada lagi nih keutamaan dan keistimewaan shalat tarawih Apa saja?

Langsung Aja disimak :

Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:

1.Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.

2.Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.

3.Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah 'Arsy: "Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat."

4.Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).

5.Pada malam kelima, Allah Ta'ala memberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.

6.Pada malam keenam, Allah Ta'ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.

7.Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir'aun dan Haman.

8.Pada malam kedelapan, Allah Ta'ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahim as.

9.Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta'ala sebagaimana ibadatnya Nabi Muhammad SAW.

10.Pada Malam kesepuluh, Allah Ta'ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.

11.Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.

12.Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.

13.Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.

14.Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.

15.Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.

16.Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.

17.Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.

18.Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, "Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu."

19.Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.

20.Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).

21.Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.

22.Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.

23.Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.

24.Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.

25.Pada malam kedua puluh lima , Allah Ta'ala menghapuskan darinya azab kubur.

26.Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.

27.Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirathal mustaqim pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.

28.Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.

29.Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.

30.Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : "Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku."

Demikianlah, keutamaan shalat tarawih yang disebutkan oleh Rasulullah SAW. Ayo kawan-kawan kita Semangat Sholat Tarawih Di Masjid meskipun hukum nya sunnah muakkad (mendekati wajib tapi tidak wajib). Sekedar buat renungan aja, “Alhamdulillah kita diberi nikmat bisa merasakan Indah nya Bulan Ramadhan Tahun ini, Tapi APAKAH KITA AKAN MERASAKAN NIKMAT nya BULAN RAMADHAN TAHUN DEPAN?” wallahualam.

Alhamdulillah.
Wassalammualaikum wr. wb

Keajaiban Sedekah

August 17, 2011 Add Comment
Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 267
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari HASIL USAHAMU YANG BAIK-BAIK dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan JANGANLAH KAMU MEMILIH YANG BURUK-BURUK lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Allah adalah MAHA MENEPATI JANJI, dan apa yang tertulis di Alqur'an adalah apa yang langsung diserukan Allah kepada umatnya. Adalah sebuah kerugian besar jika kita tidak yakin akan perkataan langsung Allah tersebut. Coba anda baca dan renungkan apa yang langsung diserukan Allah tentang sedekah di bagian bawah ini:

Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 245
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), MAKA ALLAH MELIPAT GANDAKAN PEMBAYARAN KEPADANYA DENGAN LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Dalam ayat ini Allah dengan jelas mengatakan akan melipat gandakan, DENGAN LIPAT GANDA YANG BANYAK bagi siapa saja yang gemar sedekah. Di akhir kalimat ditekankan bahwa hanya Allah-lah yang bisa melapangkan atau menyempitkan rejeki makhluk ciptaanNya.

Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 261
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Dalam ayat ini Allah secara jelas menyebut perhitungan matematis saat kita mengeluarkan hartanya untuk sedekah. Jika menurut perhitungan matematis itu berarti sedekah kita akan dibalas hingga 700 kali lipat! Di akhir ayat Allah menekankan akan membalas sedekah itu bagi siapa yang Dia kehendaki.

Alquran > Surah Al Baqarah> Ayat 274
"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

Dalam ayat ini Allah menjanjikan bagi siapa saja yang mau bersedekah, Allah akan memeliharanya dari segala bentuk kekhawatiran dan segala bentuk kesedihan. Anda saat ini sedang punya masalah? Makanya ayo segera bersedekah.

Alquran Surah An Nisaa Ayat 114
"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar."

Berdasarkan Firman Allah melalui Surah An Nisa di atas maka metode IPPS ini kami berikan dengan harapan dapat membuka hati saya hati anda dan hati setiap orang yang membuka dan membaca web ini untuk mau dengan ikhlas bersedekah kepada orang dan mau menebarkan semangat sedekah pada orang lain. Allah menjanjikan pahala yang besar bagi siapa yang mau mengajak sedekah orang lain. Makanya, silahkan share-kan web ini pada siapa saja, bisa di Facebook, Twiter, atau blog anda.

Allah sendiri telah menjanjikan, jika manusia mau bersedekah, maka Allah pasti akan menggantinya dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) kali lipat. Dan, ini ada dasar hukumnya, yaitu tertulis di dalam Al-Qur'an Surat: 6, Ayat: 160, dimana Allah menjanjikan balasan 10 x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik. Bahkan di dalam Al-Qur'an Surat: 2, Ayat: 261, Allah menjanjikan balasan sampai 700 x lipat.

Seorang Ustadz ternama Yusuf mansur bahkan memberikan gambaran menganai hitungan hitungan sedekah dengan nama Matematika Sedekah, sungguh sangat berbeda dengan ilmu matematika yang dulu pernah kita pelajari di sekolah.

Beliau memberikan ilustrasinya sebagai berikut:

10 - 1 = 9 ... ini ilmu matematika yang biasa kita terima di sekolah dulu.

Tetapi ilmu Matematika Sedekah adalah sebagai berikut:

10 - 1 = 19 ... ini menggunakan dasar, bahwa Allah membalas 10 x lipat pemberian kita.

Sehingga kalau dilanjutkan, maka akan ketemu ilustrasi seperti berikut ini:

10 - 2 = 28

10 - 3 = 37

10 - 4 = 46

10 - 5 = 55

10 - 6 = 64

10 - 7 = 73

10 - 8 = 82

10 - 9 = 91

10 - 10 = 100


Nah, sungguh menarik bukan? Lihatlah hasil akhirnya. Kita tinggal mengalikan dengan angka 10, berapa pun yang kita sedekah kan atau kita berikan dengan ikhlas kepada orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Ingatlah, balasan 10 x lipat dari Allah itu adalah balasan minimal.

Dan, kita pakai balasan dari Allah yang minimal saja sebagai acuan berhitung, yaitu 10 x lipat, tidak usah berhitung yang 700 x lipat. nanti Calkulator anda Error. Tapi hebatnya Calculator Allah mampu mengitung semua amal yang makluknya. Oleh karena itu, kita perlu merasa rugi besar jika kita hanya mengeluarkan sedekah dengan jumlah minimal.

Semakin banyak bersedekah, maka pasti semakin banyak penggantiannya dari Allah SWT. Tinggal kita yang mau membuka mata, bahwa pengembalian dari Allah itu bentuknya apa? Bukalah "mata hati" kita, selalu lah berpikir positif kepada Allah.

Bukankah Allah berfirman, "Aku adalah sebagaimana yang diprasangkakan hamba-Ku kepada-Ku". Oleh karena itu, selalu lah berprasangka baik kepada Allah, maka Allah akan dengan serta merta menunjukkan KeMaha Kebaikan-Nya kepada kita. Allah pasti membalas kebaikan kita dengan balasan yang PAS, yang setimpal dengan amal perbuatan kita.

"MARI SALING GERAK MENGGERAKKAN DALAM HAL KEBAIKAN"

3 Cara Mendapatkan Manisnya cinta

August 17, 2011 Add Comment
SAMA halnya seni yang terdiri dari nada-nada indah, cinta pun demikian adanya. Ada instrumen di dalamnya yang perlu dipenuhi jika ingin membuahkan keindahan. Apakah Anda ingin mereguk manisnya cinta tersebut dengan pasangan? Ini dia bocorannya!

Cinta bisa merekatkan pasangan satu sama lain. Dengan siasat apik, kehadiran cinta memang tak hanya memunculkan kesenangan hingga membuat pemilik cinta tersipu-sipu, tapi juga menghangatkan suasana. Kuncinya adalah saling mengerti dan mengagungkan komunikasi satu sama lain agar terbebas dari percekcokan.

Sheknows memberikan ulasannya bagi Anda yang ingin mewujudkan kebahagiaan cinta tersebut.

1. Bersikaplah lembut dan tidak merengek

Hal terburuk yang dapat Anda lakukan ketika pria tidak memenuhi keputusan Anda adalah langsung merengek di hadapannya. Merengek merupakan cara wanita untuk mendapatkan apa yang dia mau. Sebaiknya, jauhkanlah hal tersebut ke depannya. Tentu tidak ada seorang pun yang menyukai sifat cengeng bukan? Jadi sampaikan keinginan Anda dengan lembut dan bahasa yang baik. Percayalah, dia pun akan memenuhinya tanpa perlu Anda merengek-rengek.

2. Sampaikan pendapat Anda secara bertahap

Untuk menyampaikan sebuah gagasan pada pasangan, Anda perlu melewatkan proses terlebih dahulu. Sampaikan keinginan tersebut secara bertahap sehingga hati dia pun akan melunak. Misalnya, ketika Anda menginginkan berlibur ke Italia selama sepekan ketimbang liburan ke Vegas yang diusulkannya. Agar masalah tidak membuat hubungan Anda memanas, sampaikan secara baik-baik maksud tersebut. Turunkan nada Anda saat memulai percakapan dengannya. Buatlah dirinya tertarik secara perlahan bahwa Italia merupakan perjalanan romantis yang dapat menciptakan pengalaman menakjubkan. Alhasil, dia pun akan mengabulkan permintaan Anda karena alasan yang berdasar dan menguntungkan Anda berdua.

3. Sampaikan alasan hal tersebut baik untuknya

Salah satu cara terbaik untuk memastikan pria mulai menyetujui pendapat Anda yaitu ketika fokus dengan alasan hal tersebut baik untuknya. Sebenarnya sangatlah mudah untuk menceritakan semua hal tersebut. Ketika Anda bisa meyakinkannya bahwa apa pun yang Anda lakukan tersebut membuat hidupnya lebih mudah dan lebih baik, maka dia pun akan berada di sisi Anda dan mendukung keinginan tersebut.

Bahasa Kaum Jin

August 17, 2011 Add Comment
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah ditanya mengenai bahasa kaum jin.
Beliau rahimahullah menjelaskan, “Yang nampak, jin memiliki bahasa sebagaimana manusia yaitu bahasa yang beraneka ragam. Di antara mereka ada yang berbahasa Inggris, ada yang berbahasa Perancis, ada yang berbahasa Amerika. Di kalangan kaum Jin ada yang berbahasa non Arab dan ada pula yang berbahasa Arab karena di antara mereka ada berbagai macam bangsa.

Allah berfirman mengenai kaum jin, yang artinya :
Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara Kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al Jin: 11).

Kaum jin itu ada berkelompok-kelompok sebagaimana firman Allah, yang artinya :
Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran.” (QS. Al Jin: 14)

Kaum jin itu terdapat beberapa kelompok, ada yang baik dan ada yang jahat. Di antara mereka ada yang Jahmi (pengikut Jahmiyah), ada yang Sunni, ada yang Rofidhoh (Syi’ah), ada yang Nashrani, ada yang Yahudi dan lain-lain. Mereka itu berpecah-pecah dalam berbagai kelompok sebagaimana firman Allah,

وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al Jin: 11).

Yang dimaksud دُونَ ذَلِكَ adalah umum, artinya kaum jin sendiri terpecah-pecah menjadi kelompok yang lain.

Mendidik Anak Ala Rasulullah

August 17, 2011 Add Comment
Salah satu amal yang tidak pernah terputus pahalanya sekalipun kita telah meninggalkan dunia ini adalah anak yang shaleh. Doa anak yang shaleh merupakan salah satu doa yang insya Allah pasti terkabul. Karenanya, orangtua harus mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Jika tidak, anak akan tumbuh menjadi seorang yang berkepribadian rusak dan hancur yang pada gilirannya akan merugikan orangtua itu sendiri.

Sesungguhnya memang tidak mudah memikul beban untuk membesarkan anak hingga menjadi pribadi yang kita harapkan dapat meraih sukses dunia dan akhirat. Semua butuh kesabaran, kerja keras, keikhlasan, dan masih banyak lagi.

Tanpa bermaksud menyederhanakan, berikut beberapa tips yang diaplikasikan oleh orangtua yang disarikan dari tata cara mendidik anak ala Rasulullah Saw.

1. Menanamkan Nilai-nilai Ketauhidan
Mengajarkan tauhid kepada anak, mengesakan Allah dalam hal beribadah kepada-Nya, menjadikannya lebih mencintai Allah daripada selain-Nya, tidak ada yang ditakutinya kecuali Allah. Selain itu, orangtua harus menekankan bahwa setiap langkah manusia selalu dalam pengawasan Allah Swt. dan penerapan konsep tersebut adalah dengan berusaha menaati peraturan dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih dahulu, orangtua selaku guru (pertama) bagi anak-anaknya harus mampu menyesuaikan tingkah lakunya dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam. Ini adalah pendidikan yang paling urgen di atas hal-hal penting lainnya.

2. Menjadi Sahabat dan Mendidik dengan Keteladanan
Setiap anak akan belajar dari lingkungannya dan dalam hal ini lingkungan keluarga akan sangat berpengaruh pada perkembangan kepribadiannya. Orang-orang di sekelilingnya akan menjadi model dan contoh dalam bersikap. Sudah selayaknyalah orangtua memberi keteladanan kepada anak-anaknya. Para orangtua sebaiknya memberikan contoh yang baik sesuai dengan nasihat dan ucapannya kepada para anaknya. Akan sangat lucu jika yang disampaikan orangtua kepada anak-anaknya ternyata tidak dilakukan oleh orangtua itu sendiri. Dalam Islam, keteladanan dari orangtua sangat menentukan terlebih di zaman sekarang media tontonan tidak dapat diharapkan menjadi contoh yang baik bagi pembentukan akhlak anak-anak muslim.

3. Mendidik dengan Kebiasaan
Suatu kebaikan harus dimulai dengan pembiasaan. Anak harus dibiasakan bangun pagi agar mereka gemar melaksanakan shalat Subuh. Anak harus dibiasakan ke masjid agar mereka gemar melakukan berbagai ritual ibadah di masjid. Pembiasaan itu harus dimulai sejak dini, bahkan pembiasaan membaca Al-Quran pun bisa dimulai sejak dalam kandungan. Pembiasaan shalat pada anak harus sudah dimulai sejak anak berumur tujuh tahun.

4. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak
Sebagai upaya menumbuhkan rasa percaya diri anak, Rasulullah Saw. menggunakan beberapa cara berikut. Saat sedang berpuasa, Rasulullah mengajak anak-anak bermain sehingga siang yang panjang terasa cepat. Anak-anak akan menyongsong waktu berbuka dengan gembira. Hal ini juga membuat anak memiliki kepercayaan diri sehingga sanggup berpuasa sehari penuh. Sering membawa anak-anak ke majelis orang dewasa, resepsi, atau bersilaturahim ke rumah saudara sebagai upaya menumbuhkan kepercayaan diri sosialnya. Mengajari Al-Quran dan As-Sunnah serta menceritakan sirah nabi untuk meningkatkan kepercayaan diri ilmiahnya. Menanamkan kebiasaan berjual-beli untuk meningkatkan kepercayaan diri anak terkait ekonomi dan bisnis. Di samping itu, sejak dini anak akan terlatih mandiri secara ekonomi.

5. Memotivasinya Anak Berbuat Baik
Seorang anak, meski kecil, juga terdiri dari jasad dan hati. Mereka dilahirkan dalam keadaan bersih dan suci sehingga hatinya yang putih dan lembut itu pun akan mudah tersentuh dengan kata-kata yang hikmah. Anak-anak, terutama pada usia emas (golden age), cenderung lebih mudah tersentuh oleh motivasi ketimbang ancaman. Karenanya, hendaknya orangtua tidak mengandalkan ancaman untuk mendidik buah hati. Ketimbang mengancam, lebih baik orangtua memotivasi anak dengan mengatakan bahwa kebaikan akan mendapat balasan surga dengan segala kenikmatannya. Itu pulalah yang dicontohkan oleh Rasulullah kepada kita ketika beliau mendidik para sahabat.

6. Sediakan Waktu untuk Makan Bersama Anak
Rasulullah Saw. senantiasa menyempatkan untuk makan bersama anak-anak. Cara tersebut akan mempererat keterikatan batin antara orangtua dan anaknya. Dengan begitu kita dapat meluruskan kembali berbagai kekeliruan yang mereka lakukan melalui dialog terbuka dan diskusi. Alangkah baiknya jika ibu dan bapak berkumpul dengan anak-anak ketika makan bersama sehingga mereka merasakan pentingnya peran kedua orangtuanya. Hal ini juga dapat mempermudah meresapnya segala nasihat tentang perilaku, keimanan, atau pendidikan.

7. Mendidik dengan Reward/Hadiah
Memberi hadiah adalah salah satu penghargaan yang dapat melunakkan hati anak sehingga mereka akan bersimpati kepada kita dan akhirnya mau melaksanakan nasihat yang kita berikan. Namun perlu diingat, tidak semua perbuatan baik anak harus dihargai dengan materi. Lakukan reward yang bervariasi, bisa dengan pujian, ciuman, belaian, uang, dan lain-lain.

8. Memilih Sekolah yang Islami
Saat anak menginjak usia sekolah, orangtua berperan dalam memilihkan sekolah, mengajarkan Al-Quran, mengembangkan pola pikir anak, memberikan data dan ilmu semaksimal mungkin. Meski anak sudah mulai sekolah (mendapatkan ilmu di sekolah), orangtua hendaklah selalu belajar tentang pendidikan anak karena semakin bertambah usia anak, maka akan semakin kompleks pula problem (pendidikan anak) yang harus kita hadapi.

9. Mendidik dengan Hukuman
Cara ini boleh dilakukan jika cara-cara di atas tidak berhasil. Memang di dalam Islam, menghukum diperbolehkan selama tidak berlebihan seperti sampai menyebabkan luka. Hukuman tersebut usahakan menimbulkan efek jera kepada anak agar ia tidak mengulangi perbuatannya. Akan tetapi harus diperhatikan adab-adabnya, jangan sampai berlebihan yang akhirnya akan membuat anak menjadi dendam.

10. Memahami Keadaan Anak Secara Baik dan Menggunakan Metode yang Tepat
Setiap anak memiliki karakter dan pribadi yang berbeda walaupun berasal dari orangtua yang sama. Cari metode yang tepat dan jitu sehingga anak dapat diarahkan dengan lebih mudah.

8 Godaan Besar Saat Puasa dan Solusinya

August 17, 2011 Add Comment
MAKIN banyak godaan, makin tinggi pula kualitas puasanya. Karena itu, kenali dulu godaan-godaan paling krusial saat Ramadhan.


Secara definisi syariat, puasa berarti mengekang diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa, sejak terbit fajar sampai tenggelamnya matahari.

Secara etimologis, puasa bermakna mengekang diri (al-imsak) dalam artian umum: Tidak bergosip, biasa disebut puasa bicara. Tidak tidur larut malam, biasa disebut puasa tidur. Kelihatanya sih mudah, tapi praktiknya jauh lebih sulit. Karena godaan orang yang berpuasa selain beragam juga bisa sangat membuai.

Nah, kami sempat melakukan "investigasi" dan mewawancarai sejumlah siswa SMA di Surabaya. Hasilnya, terpilih delapan godaan terbesar yang paling banyak mereka rasakan.

Tapi tenang, jangan sedih, ragu, atau bimbang. Karena kami juga menyertakan tips mudah dan praktis untuk menangkal godaan tersebut. Dijamin, setelah membaca dan mempraktikkannya, setan akan segera menjauh dari kehidupan kita sambil berkata, "Ih, capeee deh...".

1. Haus dan Lapar

Ini adalah godaan paling jahiliyah yang pernah ada di muka bumi. Meski agak-agak aneh juga kalau memasukkan godaan ini dalam daftar (secara kalo puasa ya pasti lapar dan haus, tul gak?).

Tapi, ternyata masih banyak teman-teman kita tuh yang menyebut haus dan lapar sebagai salah satu godaan terberat pada bulan Ramadhan.

Cara mengatasi:

Banyak makan dan minum di saat sahur? Teeeet. Salah besar. Banyak makan dan minum cuma akan membuat kamu ngantuk. Perut kamu pun akan terlihat membesar dan tidak matagenic, maksudnya enggak enak dilihat.

Yang terparah, saat orang-orang di sekitar kamu memandang jijik dengan tatapan, "Ini orang seharusnya makan kuda nil kali ya?" Singkat kata, penampakan kamu akan seperti bola dunia yang menggelinding di tengah jalan.

Cara yang paling mudah, makan yang mengandung protein tinggi dan minum minuman yang manis (ingat, minuman yang manis, bukan minum sambil melihat si manis). Kalo masih lapar dan haus juga, segera konsultasikan masalah kamu ke dokter. Karena bisa jadi, saluran pencernaan kamu tertukar dengan saluran pencernaannya kuda nil.

2. Lapar Mata

Yang ini sebenarnya bukan masalah enggak kuat nahan lapar atau haus, tapi lebih kepada enggak bisa nahan hasrat membeli makanan buka puasa.

Perhatikan ciri-ciri yang kasat mata; setiap ngelewatin pedagang es buah di pinggir jalan atau mencium aroma sop buntut di food court, pasti deh doi buru-buru mengaku kalo asmanya tiba-tiba kambuh dan harus menahan napas panjang. Padahal sih, diam-diam dan penuh nafsu, dia menghirup segala aroma sedap yang bertebaran di udara.

Cara mengatasi:

Gunakan penjepit hidung dan kacamata hitam tebal. Itu akan membuatmu aman dari gangguan aroma dan penampakan makanan yang menggoda. Meski kamu akan terlihat mengenaskan bak alien dari zaman purba, yang penting kamu tetap bisa menjaga kesucian niat puasa kan?

3. Biang Gosip dan Tukang Cela

Ini adalah godaan paling susah dihindari. Khususnya para cewek yang udah ketemu teman satu geng. Meskipun sadar berpuasa, kebiasaan ini amat sangat sulit dihindari. Apa pasal? Bagi kaum cewek, bergosip dan menyela adalah cara termudah dan termurah untuk lari dari dunia nyata. Dampak lainnya, membuat hati riang, dan gembira.

Cara mengatasi:

Hindari mereka yang mendapat cap "Biang Gosip". Kalau udah enggak tahan pengin ngumpul juga, pastikan kamu menggunakan tanda peringatan, "Tidak bergosip selama puasa. Tapi kalo cuma dengar boleh, he-he-he, harap maklum".

Tanda itu bisa kamu buat dari kardus dan dikalungkan di leher. Atau kalau mau praktis, bikin stempel di jidat aja. Masih belum ampuh? Coba ambil sekolah privat aja selama puasa. Matikan ponsel, hilangkan jejak dan ubah jati diri kamu supaya teman-teman sesama biang gosip enggak bisa melacak keberadaanmu.

4. TTS (Teman Tapi Setan)

Setan bisa berwujud apa pun, termasuk teman kita sendiri. Mereka ini kadang kerasukan kekuatan jahat untuk menggoda. Jangan bayangkan teman kamu tampil dengan mata merah dan bertanduk, justru mereka datang dengan senyum semanis mungkin.

Dengan kata-kata membuai, mereka membisikkan ajakan-ajakan berbuat "jahat". Mulai dari mentraktir makan pizza di mal, atau ngajakin minum es buah pas siang bolong.

Cara mengatasi:

Langkah pertama, doakan teman kamu supaya cepat tobat. Setelah itu, tolak baik-baik ajakannya. Kalo kamu dicengin gara-gara itu, cuekin aja. Tolak dengan halus. Misalnya, "sorry ya, perut gue masih penuh. Kalo gue maksain makan, gue bakal pup. Sebelum pup biasanya gue bakal kentut yang baunya bisa memicu gempa bumi berpotensi tsunami. Lo enggak mau mati dengan tidak terhormat gara-gara bau kentut gue kan?"

5. Emosi

Kalau setan sudah menguasai diri, apa daya hati tak kuasa menolak (jangan terlalu dihayati. Ini puisi enggak penting). Kalo kamu udah terpancing emosi, segala sesuatu yang enggak mutu dan enggak penting bisa aja kamu lakukan. Misalnya, marah gara-gara ucapan teman atau berantem sama pacar hanya karena dia ngebatalin acara buka puasa bersama.

Cara mengatasi:

Api cuma bisa dilawan dengan air. Setiap kamu emosi, coba basuh muka dengan air (peringatan: airnya jangan sekalian diminum). Mudah-mudahan, emosi akan segera hilang.

Kalo kamu tipe orang yang emosional, bawa cadangan air yang banyak ke mana pun kamu pergi. Kalo perlu, kamu bisa bawa ember. Kalo ada satpam mal yang protes, bilang aja ini air ajaib penghilang emosi yang dikasih Doraemon. Kalo mau, kamu juga bisa menjual air itu ke teman-teman kamu yang termasuk golongan orang-orang yang emosional. Bisa untung kan?

6. Pacar

Buat yang punya gaya pacaran "heboh", pacar bisa jadi godaan paling ampuh sedunia. Hal-hal 'otomatis dan refleks' yang biasa kamu lakukan di luar bulan puasa bareng pacar, biasanya sulit dihindari.

Cara mengatasi:

Paling gampang sih, enggak usah sering-sering ketemu. Untuk komunikasi, cukup SMS-an aja. Jangan sering telepon-teleponan juga, karena suara juga bisa menimbulkan hasrat yang tidak wajar (misalnya, nyium gagang telepon karena mengira kalo pacar kamu udah bereinkarnasi menjadi gagang telepon).

Kalo masih ngebet juga mau ketemu, suruh pacar kamu berdandan ala ondel-ondel dan pakai parfum yang terbuat dari ramuan fusi antara air got dan tokek. Dijamin, hasrat melakukan hal yang dilarang agama akan hilang dengan segera.

7. Ngerokok

Buat para perokok, enggak menghisap tembakau di saat-saat tertentu bisa membuat mereka berpikir akan segera dicabut nyawanya oleh malaikat maut. Enggak bisa mikir, mulut asem, iseng, atau tergoda teman jadi alasan bagi mereka yang menganggap rokok jadi ujian terberat mereka di bulan puasa.

Cara mengatasi:

Tanamkan pikiran ke otak bahwa ada musuh terbesar yang sedang mengincar nyawa dan bersumpah akan membunuh kamu dengan cara apa pun.

Karena dia tahu kamu suka ngerokok, dia telah menyabotase seluruh perusahaan rokok dunia, termasuk agen dan abang-abang penjual rokok di pinggir jalan dengan meracuni setiap batang rokok yang akan kamu beli.

Memang sih, agak mengkhayal sedikit, tapi bukan itu intinya. Yang penting, kalo kamu meyakini itu, berarti kamu sudah berhasil melawan hawa nafsu untuk merokok.

8. Nyontek

Banyak tuh sekolah yang biasa menggelar ulangan blok saat puasa. Mungkin para guru beranggapan Ramadhan bisa mengurangkan niat siswa untuk menyontek. Untuk murid dengan kategori "lurus", cara ini bisa jadi ampuh.

Tapi, untuk murid kategori "pembangkang", bisa jadi pertentangan batin hebat dan membuat tubuh berguncang dahsyat. Sebuah dilema antara mendapatkan nilai bagus dan mempertahankan nilai kesucian puasa.

Cara mengatasi:

Ya jangan mencontek. Kalau tetap melakukannya, berarti kamu enggak jujur. Juga menodai kesempurnaan puasamu. Cara yang bisa dilakukan adalah mengambil simpati gurumu.

Caranya, di setiap pertanyaan yang enggak bisa kamu jawab, tulis dengan kata-kata yang mengundang iba, misalnya, "Maaf Pak Guru, saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Tapi, saya juga tidak mau mencontek hanya demi mendapat nilai bagus. Yang saya inginkan hanyalah menjaga kesucian niat puasa saya. Saya harap Pak Guru mau mengerti dan sedikit berbaik hati memberikan nilai bagus kepada saya. Plizzz.... NB : Berbuat baik di bulan puasa itu pahalanya banyak loh Pak Guru..."

Setelah menulis ini, berharaplah agar Pak Guru mengalami geger otak ringan dan mau menolong kamu dengan suka cita.

Kisah Rasulullah SAW Saat Sakaratul Maut

August 17, 2011 Add Comment

Betapa mulia dan indahnya akhlak baginda Ya Rasulullah SAW Mengingatkan kita sewaktu sakaratul maut.

Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya.
Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap
menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah
yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,
"Siapakah itu wahai anakku?"."Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.Seolah-olah
bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah,Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. " Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu.
Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang."Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada
Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya
Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya."Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di
luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii, ummatii, ummatiii!" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli 'alaa Muhammad wa'ala ali muhammad. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Usah gelisah apabila dibenci manusia kerana masih banyak yang menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah kerana tiada lagi yang mengasihmu di akhirat kelak.