9 Kasus Gangguan Unik yang Pernah Ditemukan di Dalam Telinga

February 25, 2014 Add Comment
Tak ada yang pernah menyangka jika benda-benda ini akan ditemukan di dalam telinga. Mari kita simak benda paling menjijikkan apa saja yang pernah ditemukan di dalam telinga?

1. Sebuah Gigi


Seorang dokter menceritakan jika dia pernah menemukan sebuah gigi di dalam telinga pasiennya saat membersihkan kotoran telinga. Menurut gadis kecil yang menjadi pasiennya tersebut, dia ingin menyimpan giginya di tempat yang aman untuk diberikan kepada peri gigi.



2. Laba-Laba Hidup


Seorang perempuan di China datang ke rumah sakit karena merasakan gatal di telinga kirinya. Siapa sangka hewan yang ditemukan di dalam telinganya adalah laba-laba hidup. Dan ternyata laba-laba ini telah berada di telinga wanita tersebut selama 5 hari.



3. Kecoa Besar


Seorang Pria bernama Helmer terbangun dari tidurnya karena merasakan sakit di telinga. Karena sakit yang semakin bertambah, Helmer pergi ke dokter. Mengira hewan yang masuk berukuran kecil, sang dokter berusaha mengeluarkannya dengan memasukkan olive oil.

Hal ini memperburuk keadaan dan membuat hewan ini semakin masuk kedalam. Setelah sukses dikeluarkan, Helmer dan sang dokter kaget bukan main karena yang masuk ke dalam telinga Helmer adalah kecoa dengan panjang 1 inchi.



4. Ulat Pemakan Daging


Seorang wanita bernama Rochelle Harris mendengar suara garukan di telinganya. Setelah merasakan sakit, wanita ini memutuskan untuk pergi ke dokter. Awalnya, wanita ini didiagnosa infeksi telinga, namun sang dokter selanjutnya menemukan ulat pemakan daging di dalam telinga Rochelle.

Meski kendang telinga, pembuluh darah, syaraf wajah baik-baik saja, ulat-ulat yang ditemukan ini berhasil menggerogoti saluran telinganya sepanjang 12 milimeter.



5. Ngengat


Seorang anak berumur 12 tahun dilarikan ke rumah sakit karena telinganya kemasukan ngengat. Karena sakit yang dirasakan, anak ini bahkan sampai menangis dan berteriak-teriak. Setelah dokter berhasil mengeluarkan ngengat tersebut, ternyata serangga ini masih hidup dan langsung terbang.



6. Baterai Jam


Seorang anak dibawa ke rumah sakit setelah mengaku memasukkan pensilnya kedalam telinga satu minggu sebelumnya. Tapi yang ditemukan oleh sang dokter di dalam telinga anak ini adalah baterai jam.



7. Dandelion Tumbuh


Siapa yang menyangka jika bunga dandelion tumbuh di telinga anak perempuan berumur 16 bulan ini. Melihat sesuatu tumbuh di dalam telinga anaknya membuat orangtuanya membawa sang puteri ke dokter.

Tumbuhan dandelion ini sudah tumbuh sepanjang 2cm dan memenuhi lubang telinganya. Menurut sang dokter, tidak gampang mencabut dandelion tersebut karena menempel dengan kuat.



8. Belatung


Seorang nenek penderita Alzheimer berusia 92 tahun dibawa ke rumah sakit karena 57 belatung di dalam telinganya. Padahal sang nenek tinggal di panti jompo dengan biaya lebih dari Rp 120 juta per bulan.



9. Sepatu Barbie


Pasangan orangtua dari seorang anak balita ini merasa khawatir karena anaknya diduga menderita tumor di telinganya yang mungkin akan menjadi kanker. Namun seorang ahli bedah menemukan sebuah sepatu barbie yang sudah lama berada di telinga anak tersebut, hingga selaput tumbuh di sekitarnya.



Sumber :
kapanlagi

Mengapa Ngengat Doyan Makan Pakaian?

February 24, 2014 Add Comment
Pernahkah kalian mendapati pakaian yang tersimpan di lemari tiba-tiba menjadi berlubang-lubang? Bisa jadi itu adalah ulah ngengat. Mengapa ngengat doyan memakan pakaian-pakaian kita? Kalau penasaran, yuk simak penjelasannya.


Ngengat yang memakan pakaian bukanlah ngengat dewasa. Ngengat pakaian (Tineola bisselliella) hanya memiliki mulut pada waktu berbentuk larva atau ulat yang biasanya hanya berlangsung dari umur dua minggu hingga satu bulan.

Mula-mula, ngengat betina akan menempatkan sejumlah telur yang telah dibuahi ke pakaian yang ia anggap tepat untuk keturunannya nanti. Pakaian seperti apakah yang ia anggap tepat? Pakaian yang terbuat dari sutra, wol, atau bahan-bahan yang mengandung keratin.

Jumlah telur yang diletakkan disana berkisar antara 50 hingga 1000 butir. Wow, banyak juga ya. Setelah telur-telur itu menetas, maka larva-larva ngengat itu akan mulai menggerogoti pakaian.


Telur ngengat sengaja diletakkan pada pakaian yang terbuat dari serat hewan, sutra, wol, kasmir, bulu, atau bahan-bahan lain yang mengandung keratin.

Keratin tersusun dari protein struktural berserat yang juga dapat ditemukan pada rambut dan kulit. Oleh karena itu, kadang-kadang ngengat juga akan memakan kulit, bulu, atau gulungan rambut manusia dan hewan.

Larva ngengat tidak menyukai kain sintetis dan katun karena kain sintetis dan katun tidak mengandung keratin. Karenanya, biasanya pakaian kita yang terbuat dari kedua bahan itu aman dari serangan ngengat, kecuali jika kedua bahan itu mengandung campuran serat hewan.

Larva ngengat pakaian berbeda dengan ngengat lain, mereka membenci sesuatu yang terang dan lebih suka bersembunyi di dalam lemari tempat mereka diam-diam menyimpan larva mereka pada pakaian yang cocok.


Tahukah kamu, bagaimana cara mengusir ngengat pakaian dari lemari kita? Tentu saja dengan memasang lampu di dalam lemari.


Sumber :
mamanunung

Wah, Nenek Moyang Kita Pemburu Kepala

February 24, 2014 Add Comment
Saya terkaget-kaget saat membaca majalah Historia yang isinya mengungkap sejarah kelam rakyat Nusantara tempo doeloe. Beberapa jurnal juga memuat hal yang sama. Pernah ada sebuah masa, ketika kebiadaban melekat erat jadi tradisi.

Mungkin kasus ini jadi alat serang yang menyebut masyarakat primitif memang biadab, karena itulah koloni orang barat (kulit putih) datang merubah masyarakat jadi lebih beradab. Satu sisi yang ada benarnya, walau tidak mutlak. Nyatanya, mereka juga sama biadabnya - dalam bentuk berbeda. Kasus penaklukan Amerika dan Australia, atau kemudian era wild west jadi contoh nyata.


Bagaimanapun, sejarah membantu kita belajar dari masa lalu, mengakui kesalahan, lalu mengambil hikmah untuk menjadi lebih baik di hari ini, dan masa depan.

Kisah kelam yang saya maksud adalah, saat nenek moyang kita pernah jadi pemburu kepala manusia. Dan, perilaku ini menyebar dari Barat hingga Timur, dari Aceh hingga Papua. Demikian uraiannya.



Aceh dan Sumatera
Marco Polo ternyata pernah berkunjung ke Sumatera. Dilaporkan, ia sempat mengunjungi Perlak, bagian utara Sumatra, pada 1292. Di sana, dia melihat penduduk yang tinggal di pegunungan memakan daging manusia.

Sangat berlawanan dengan penduduk yang tinggal di kota Perlak, di mana masyarakatnya lebih beradab, bahkan setelah berhubungan dengan pedagang-pedagang Islam, mereka berpindah dari menyembah berhala menjadi pengikut ajaran Muhammad.

Dia menuliskan itu dalam catatan perjalanannya. Dia tahu catatannya akan mengejutkan, dan mungkin tak dipercaya banyak orang. Karena itu, dia sampai bersumpah untuk meyakinkan pembacanya.

Selang lima bulan kemudian, Marco Polo menuju Pidie, daerah utara Sumatra lainnya. Di tempat ini, dia mendapati satu keluarga menyantap seluruh badan seorang anggota keluarganya sendiri yang mati karena sakit. “Saya yakinkan Anda bahwa mereka bahkan menyantap semua sumsum dalam tulang-tulang orang itu,” tulis Marco Polo dalam “Para Kanibal dan Raja-Raja: Sumatera Utara” dimuat dalam Sumatera Tempo Doeloe karya Anthony Reid.


Kalimantan
Dalam naskah Sejarah Dinasti Ming (1368-1643) Buku 323, diceritakan sebuah suku pemburu kepala di Wu-long-li-dan, pedalaman Banjarmasin. Suku pemburu kepala itu disebut orang Beaju –Be-oa-jiu dalam lafal Hokkian (Fujian) selatan–, sebuah suku besar orang Dayak di pedalaman.

Mereka berkeliaran saat malam hari untuk memenggal dan mengoleksi kepala manusia. “Kepala ini mereka bawa lari dan dihiasi dengan emas. Para pedagang sangat takut terhadap mereka,” demikian dikutip W.P. Groeneveldt dalam Nusantara Dalam Catatan Tionghoa.

Akhirnya sempat dibuat sebuah perjanjian antarsuku untuk menghentikan saling bunuh (habunu), memenggal kepala (hakayau), dan memperbudak (hajipen). Perjanjian pada 1894 itu termashyur dengan nama Rapat Damai Tumbang Anoi.

 Sebelumnya, beberapa suku di Borneo terkenal sebagai pemburu kepala musuh. Seorang penulis berkebangsaan Norwegia mengukuhkan citra itu melalui bukunya yang terbit pada 1881, The Head-Hunters of Borneo. Dalam bukunya ini, Carl Bock menuliskan suku-suku itu berburu kepala dengan mandau, tombak, dan perisai. Setelah mendapatkan kepala musuh, seseorang berhak mendapatkan tato simbol kedewasaan.

Suku-suku di Borneo memiliki beragam alasan berburu kepala musuh seperti balas dendam, tanda kekuatan dan kebanggaan, pemurnian jiwa musuh, atau bentuk pertahanan diri. Ini karena Borneo dihuni oleh beragam suku sehingga tiap suku memiliki pandangan yang berbeda mengenai ngayau (memburu kepala).

“Saya yakin tak ada satu pun analisis yang bisa menjelaskan dengan tepat praktik dan makna-makna perburuan kepala...,” tulis Yekti Maunati dalam Identitas Dayak. “Di kalangan orang-orang Dayak sendiri terdapat berbagai kepercayaan dan mitologi.”


Sulawesi
Sementara itu, di Sulawesi, perburuan kepala diketahui telah berlangsung sebelum kedatangan orang Belanda. Orang Toraja Bare’e yang bermukim di Sulawesi Tengah selalu mengambil kepala musuhnya dalam tiap peperangan mereka, selama memungkinkan. Mereka harus membunuh dan memotong kepala musuhnya dengan cepat agar musuh tak mengalami penderitaan yang lama.

Kepala musuh kemudian dibawa ke kampung mereka. Upacara pun dilakukan. “Kepala diperlukan sebagai akhir masa berperang dan penahbisan di kuil sebagai tanda seseorang telah menjadi dewasa dan berani,” tulis R.E. Downs dalam “Head-Hunting in Indonesia”, Jurnal KITLV Vol. 111 No. 1 (1995).

Perburuan kepala di Sulawesi masih berlangsung hingga kedatangan orang Eropa. Alfred Russel Wallace, naturalis tersohor asal Inggris, yang mengunjungi Manado pada 10 Juni 1859, mendapatkan cerita itu langsung dari penduduk lokal (Minahasa). Kepala manusia dipakai untuk menghiasi makam dan rumah.

“Mereka berburu kepala manusia layaknya suku Dayak di Kalimantan... Ketika seorang kepala suku meninggal, dua potong kepala manusia yang baru dipenggal digunakan sebagai penghias makamnya... Tengkorak manusia merupakan hiasan yang paling disukai untuk rumah kepala suku,” tulis Wallace dalam catatannya, dimuat dalam Indonesia Timur Tempo Doeloe 1544-1992 karya George Miller.

Walaupun Wallace hidup di tengah penduduk pemburu kepala, Wallace merasa tak terancam. Bahkan, dia justru terkesan dengan karakter mental orang Minahasa. “Mereka juga memiliki karakter mental dan moral yang unik,” tulis Wallace. “Pembawaan mereka tenang dan halus.”

Ambon
Catatan sejarah memuat kisa perang antarkampung telah berlangsung berhari-hari di Seram di tahun 1648. Perang itu melibatkan orang-orang kampung di wilayah pantai dan orang gunung yang disebut Alifuru. Meski tak diketahui secara pasti, VOC (Vereenigde Oostindische Campaignie) melaporkan banyak korban tewas. Korban dari pihak wilayah pantai ditemukan tanpa kepala. Gubernur Ambon Robert Padtbrugge mengirim satu tim untuk mengusahakan perdamaian. Selain itu, dia meminta tim untuk meneliti adat berburu kepala orang Alifuru.

Tim kembali ke Ambon tanpa hasil. Perang tetap berkobar. Dan mereka tak bisa menjelaskan secara pasti mengapa orang Alifuru memburu dan mengoleksi kepala musuhnya.

“Di hadapan gubernur, tim itu melaporkan hasil penelitiannya mengenai kepercayaan orang Alifuru. Meski mengaku telah bekerja dengan baik, mereka tak berhasil menjelaskannya secara gamblang karena orang Alifuru sangat klenik. Mereka tak bisa memahaminya,” tulis Gerrit J. Knaap dalam “The Saniri Tiga Air (Seram)”, Jurnal KITLV  Vol. 149 No. 2 (1993).

Tim hanya mampu menjelaskan bahwa adat memburu kepala musuh merupakan bagian tak terpisahkan dari ritus hidup orang Alifuru tanpa diketahui kapan mulanya. Bagi orang Alifuru, memburu kepala musuh telah menempati posisi penting dalam kehidupan sosial dan kepercayaannya.
Anehnya, adat itu tak mereka lakukan terhadap orang asing, baik Eropa maupun wilayah Nusantara lainnya. 
Penerimaan mereka terhadap orang asing sangat baik. Bahkan, mereka bersedia merundingkan perdamaian melalui perantara VOC meski usaha itu akhirnya gagal.

--------
Uraian  di atas merupakan kajian sejarah yang menarik. Bisa saja kita keturunan dari mereka. Tapi, seperti disebut dalam catatan Marco Polo: saat menerima kedatangan agama, contohnya Islam maka perilaku berubah jadi lebih beradab.

Maka, apakah sekarang kita mau belajar memperbaiki atau malah terjebak mengulang kebiadaban seperti masa lalu? Bisa jadi, tafsir dan sentimen atas nama agama malah mengeluarkan kembali "gen biadab" lalu bertindak irrasional. Contoh nyata terlihat pada aksi gerombolan, ormas yang brutal, kan? Atau komentar penuh emosi di forum dan jejaring sosial internet.

Bukankah kita lebih baik bertransformasi, jadi "pemburu kepala" yang mencari manusia-manusia pintar untuk memajukan teknologi sehingga sumber daya alam bisa digunakan optimal untuk kesetaheraan rakyat, dan jadi bangsa yang mandiri?











Sumber:
historia

Perut Susah Rata? Mungkin ini Penyebabnya

February 23, 2014 Add Comment
Sudah sit up setiap hari, sudah jogging sampai badan basah kuyup perut masih aja gendut. Lama-lama menyerah dan jadi malas berolah-raga. Pernah merasakan hal ini?

Memiliki perut rata bagi kaum wanita, dan perut six pack bagi kaum pria memang jadi dambaan banyak orang. Sayangnya, kita hanya fokus pada satu tujuan: perut, lalu  lupa untuk mendapatkan bentuk ideal ternyata banyak hal terkait.

 
GeniusBeauty.com memamparkan 5 hal yang membuat perut susah rata. Coba perhatikan, yuk.

1. Stres

Ternyata stres membawa pengaruh yang besar bagi rata tidaknya perut kamu. Jika kamu merasa marah atau benci pada banyak hal. tubuh kamu akan tegang dan mengeluarkan hormon stres. Hormon tersebut dapat menghancurkan massa otot dan menghambat pembakaran lemak.


2. Dehidrasi

Perbanyak makan garam dan minum sedikit air, maka bisa dipastikan perut kamu akan tampak seperti wanita yang sedang hamil muda. Garam akan mengikat cairan lebih banyak, terutama di area seperti perut. Maka hindari mengonsumsi makanan yang mengandung banyak garam, terutama sebelum tidur.


3. Kurang Latihan

Cardio tidak akan membuat perut kamu rata, karena kamu harus melatih otot di seluruh perut, bukan dengan cardio yang bertujuan untuk kesehatan jantung dan sistem pernapasan. Jika kamu memang serius ingin meratakan perut atau membuatnya jadi six pack, konsultasikan pada pelatih kebugaran.

 
4. Kelebihan Berat Badan

Jika kamu ingin melatih otot perut, pastikan berat badan kamu sudah ideal. Percuma saja sering sit up jika berat badan kamu masih berlebih, karena akan sangat sulit membentuk otot perut. Turunkan dulu berat badan kamu ke angka ideal, baru latih otot perut kamu. Tak heran, pada pelatihan perut sering kita diwajibkan mengatur pola makan serta berdiet


5. Gen

Gen adalah faktor yang cukup kuat untuk berpengaruh pada bentuk tubuh kamu. Misalnya saja, kamu sudah olahraga mati-matian tapi berat badan sangat sulit turun, sementara itu sahabat kamu bisa makan apa saja dan sebanyak yang dia mau, namun badannya tetap kecil dan perutnya rata. Salah satu penyebabnya adalah gen dan kemampuan metabolisme tubuh.

Namun faktor ke 5 ini tidak mutlak. Memang kalau kita termasuk orang yang gampang 'menggelembung' saat salah makan, harus berupaya lebih ekstra. Asalkan 4 faktor sebelumnya dijalani, relatif lebih lancar kok tujuan memperoleh bentuk perut yang ideal. Jangan menyerah, ya.










Sumber:
vemale.

Kasus Kesurupan di Negara Barat

February 23, 2014 Add Comment
Kesurupan merupakan fenomena tubuh yang masih jadi misteri. Sains telah berupaya menjawabnya, namun belum memuaskan.

Lalu berkembanglah opini bahwa di era modern ini, kesurupan lebih sering terjadi di daerah-daerah yang masih kental mempercayai dunia mistis atau gaib. Negara dunia ketiga seperti Indonesia pun termasuk di antaranya. Sementara kesurupan jarang terjadi di negara-negara maju. Apakah benar demikian?

Bisa jadi ini penilaian sepihak dari orang-orang tertentu. Nyatanya, kesurupan juga dialami kok di negara-negara  barat. Kita mungkin harus berhenti menggeneralisasi semua hal, kan? Inilah beberapa contoh kesurupan yang dialami kulit putih.


1. Tiga anak Latoya Ammons
Ilustrasi
Seorang ibu dari 3 anak yang bernama Latoya Ammons mengalami kisah kesurupan yang mengerikan di rumahnya. Kisahnya itu berawal dari mereka pindah ke rumah barunya di Indiana.

Ibu Latoya mulai merasa aneh, ketika ia mendengar suara orang berjalan di rumahnya, lalu peristiwa aneh kerap terjadi dan akhirnya ketiga anaknya pun juga mengalami kesurupan dengan cara yang sama.

Sejak kejadian itu, ia lalu ingin mencari tahu dengan meminta pertolongan dengan pekerja medis, polisi, bahkan pastor.

Kemudian, terdengar kabar bahwa rumah yang Latoya diami terdapat 200 hantu yang tinggal di sana. Sejak mengetahui hal itu Latoya langsung memutuskan untuk pindah dari rumah itu, karena ia takut akan terjadi peristiwa aneh lagi.
2. Anna Ecklund
Ilustrasi
Dikisahkan seorang anak yang berusia 14 tahun bernama Anna Ecklund tinggal di Earling lowa. Pada tahun 1912 Anna mengalami kesurupan lalu ia dikutuk oleh ayah serta bibinya yang meminta agar setan selalu mengganggu Anna.

Pada tahun 1928, Anna pergi ke gereja dan meminta pertolongan untuk membebaskan dirinya dari kutukan tersebut. Lalu, saat seorang suster mendekatinya, tubuh Anna langsung telentang dan kemudian terangkan keatas. Sejak saat itulah Anna dinyatakan telah bebas dari kutukan tersebut.
3. Roland Doe
Akibat terinspirasi dari sebuah film Hollywood yang berjudul The Exorcist, seorang anak berusia 14 tahun mengalami kesurupan sebanyak 30 kali. Kejadiaan ini berlangsung ketika ia mengikuti cara memanggil hantu yang diperlihatkan dalam film Hplliwood tersebut. Lalu Roland pun mencoba memanggil hantu bibinya yang telah meninggal.

Saat itulah Roland langsung kesurupan, tubuhnya terangkat keatas dan kemudian terdapat bekas cakaran di tubuhnya. Kemudian keluuarga Roland langsung memanggil pastor dan kemudian hantu di dalam tubuh Roland pun berhasil dikeluarkan.
4. Anneliese Michel
Kisah seorang gadis yang bernama Anneliese Michel berusia 16 tahun merupakan kisah kesurupan yang paling menyeramkan. Anneliese sering mendengar suara-suara aneh, serta berperilaku aneh yang meminum air kencingnya sendiri, kemudian ia juga sering mengalami kesurupan sebanyak 70 kali dalam 10 bulan lamanya. Dan pada akhirnya, gadis ini tewas karena sakit dan kelaparan akibat hantu yang ada di dalam tubuhnya itu.

Sumber:
unikdunia

Antara Angka 33, Penambang Chile dan Freemason

February 23, 2014 Add Comment
Numerologi selalu menarik diperbincangkan. Entah sebagai perhitungan matematika, kebetulan semata, hingga teori konspirasi. Dan kali ini soal angka 33. Sebuah peristiwa di tahun 2010 menyisakan misteri nan unik hingga saat ini.

Kisahnya berawal pada bencana tanggal 5 Agustus 2010. Sebuah ledakan besar menyebabkan 33 pekerja terjebak di dalam sebuah tambang di Chile.

 
Lalu, dibutuhkan waktu 33 hari sampai mata bor berhasil mencapai tempat para pekerja tersebut. Pada saat itu, sebuah kamera dimasukkan ke dalam lubang dan untuk pertama kalinya dunia bisa melihat kondisi para pekerja yang terjebak.

Setelah dibor, para pekerja membangun sebuah terowongan yang akan digunakan untuk mengeluarkan para pekerja nantinya. Diameter terowongan itu 66 sentimeter, yaitu sama dengan 33 X 2.

Pada hari ke-66, terowongan yang dibuat untuk penyelamatan berhasil menembus ruangan tempat para pekerja terjebak. Harapan untuk melihat matahari sudah ada di depan mata.
3 hari kemudian, tepatnya setelah terjebak selama 69 hari, satu persatu pekerja dikeluarkan melalui terowongan itu. Penyelamatan itu dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2010 alias 13/10/10.

 
13 + 10 + 10 = 33

 
Tidak hanya itu. Ketika mata bor berhasil mencapai para pekerja setelah hari ke-33, para pekerja mengirimkan sebuah catatan untuk menunjukkan kalau mereka masih hidup. Bunyi catatan tersebut adalah:
Estamos bien en el refugio los 33

kira-kira terjemahannya adalah:

"Kami semua baik-baik saja dalam tempat perlindungan, 33"

 
Estamos bien en el refugio los 33 - Jumlah Karakter pada kalimat itu adalah: 33 karakter. (karakter berarti termasuk spasi)

Angka 33 yang berulangkali muncul mungkin kebetulan semata, atau ada pesan lain secara mistis? Entah, uniknya penggemar konspirasi sempat mengaitkan peristiwa di atas dengan freemasonry.

Mengapa? Karena angka 33 adalah angka yang biasa digunakan para Mason. Seperti yang kita ketahui, organisasi mason terdiri dari 33 level simbolik. Lihat gambar berikut.

 
Ada-ada saja, tapi menarik. Bagaimana menurut kamu?













sumber:
xfile
Rekindle Candle, Mendaur Ulang Lilin Cair Menjadi Lilin Baru

Rekindle Candle, Mendaur Ulang Lilin Cair Menjadi Lilin Baru

February 23, 2014 Add Comment
Rekindle Candle merupakan produk cerdik yang dikembangkan oleh desainer Benjamin Shine yang berfungsi sebagai tempat lilin sekaligus tempat pembuatannya kembali.

Desain yang sederhana dan sangat efektif penggunaannya. Bekerja sebagai alas untuk lilin dan juga sebagai alat cetakan untuk mengumpulkan lilin yang telah mencair dan pada akhirnya meciptakan lilin yang baru.

Satu-satunya hal yang harus diperbarui adalah sumbu yang diletakkan di tengah tabung cetakan lilin. Ide yang sangat brilian!























Perhatikan GIF animasi di bawah ini:



Sumber :
mymodernmet