Mengapa Kebiasaan Menggigit Kuku Harus Dihindari?

September 20, 2014
Kebiasaan menggigit kuku tidaklah terlihat hanya dilakukan oleh anak kecil namun orang dewasa juga dapat memiliki kebiasan ini. Mereka yang memiliki kebiasaan ini pastinya tidaklah jarang mendengar perkataan bahwa menggigit kuku itu tidak baik. Apa alasannya? Apakah hanya karena alasan kebersihan? Ternyata tidak sesederhana itu.

Menggigit Kuku


Jika Anda adalah salah seorang yang termasuk memiliki kebiasaan ini atau mungkin memiliki kenalan yang melakukan hal ini, ketahuilah bahwa kebiasan ini sebenarnya adalah kebiasaan yang umum. Penyebab paling umum adalah karena "kebiasaan gugup."
Sering terlihat pada anak kecil dengan rentang umur antara 10 hingga 18 tahun, pada rentang umur ini diketahui ada sekitar 50% anak-anak memiliki kebiasaan ini. Memasuki masa remaja biasanya penyebab seseorang suka menggigit kuku mereka adalah karena stres atau berada dalam tekanan tertentu. Pada beberapa orang kebiasaan ini akan bertahan hingga umur 20an namun pada umur 30an, kebiasaan gigit jari sudah sangat jarang terlihat.

Mengapa Menggigit Kuku Itu Lebih Dari Sekedar Kebiasaan Buruk?

Luka karena kebiasaan menggigit kuku
Jika kita tahu bahwa kebiasaan menggigit kuku itu akan hilang seiring seseorang bertambah dewasa lalu mengapa seseorang harus belajar menghilangkan kebiasaan ini secepat mungkin? Dan apa alasannya mengapa kebiasaan seperti ini ternyata lebih dari sekedar kebiasaan buruk?
Selain dari bayangan akan segala kotoran yang Anda sentuh masuk ke mulut Anda dimulai dari debu, kotoran di pegangan pintu, kotoran di uang, hingga mungkin cacing di anus Anda, kebiasaan gigit kuku mungkin tidak terlihat berbahaya. Hal itu mungkin berlaku benar kecuali jika Anda mulai menggigit daerah pertumbuhan kuku yang berbentuk U dan menyebabkan kerusakan kuku jangka panjang. Dalam kasus rusaknya daerah pertumbuhan, di ke depannya hal itu akan menyebabkan kuku Anda bertumbuh secara tidak teratur dan menciptakan kuku yang "lucu."
Alasan lain dan sederhananya adalah tahukah Anda kalau menggigit kuku ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit lain seperti pilek, demam, dan sejenisnya? Hal ini karena Anda memasukkan tangan kotor ke dalam mulut Anda yang mungkin saja berisikan bakteri-bakteri penyakit lain. Selain itu dalam kasus yang lebih parah, infeksi mungkin terjadi dan ditandai dengan kemerahan atau pembengkakkan yang juga dapat terjadi di dalam mulut Anda.
Dari nama menggigit kuku saja kita sudah tahu bahwa hal itu juga pasti berkaitan dengan gigi. Dilansir dari Huffingtonpost, menggigit kuku juga dapat menyebabkan efek samping ke gigi seperti gigi yang miring atau kerusakan lapisan gigi contohnya.

Memberhentikan Kebiasaan Menggigit Kuku

Tips berhenti dari kebiasaan gigit kuku jari
Setelah kita mengetahui alasan mengapa menggigit kuku itu buruk, pertanyaan selanjutnya tentu adalah bagaimana cara menghilangkan kebiasaan tersebut? Mengigit kuku adalah kebiasaan, dan banyak dari Anda pasti tahu sangatlah sulit untuk menghilangkan sebuah kebiasaan. Oleh karena itu hal pertama yang harus dipastikan adalah kemauan untuk memberhentikan kebiasaan tersebut.
Setelah itu ada berbagai cara seseorang dapat mencoba memberhentikan kebiasaan ini dimulai dari mencari kebiasaan lain seperti jika biasanya Anda menggigit kuku sekarang mungkin Anda bisa mencoba memutar-mutar cincin, memainkan gelang, memutar-mutar ujung rambut, dan banyak lainnya. Lalu mencoba memastikan kuku jari Anda selalu pendek karena gunting kuku, hingga cara terakhir bertanya ke dokter,.
Namun apabila cara-cara ini masih terbukti tidak efektif dan kebiasaan menggigit kuku benar-benar tidak dapat dihilangkan maka cara lainnya yang kurang efektif adalah pastikan Anda selalu membersihkan tangan Anda dengan sabun dan jadikan itu kebiasaan di atas yang lainnya.

Share this

Lahir di Padang, Sumatera Barat pada akhir tahun 1993, blogger rupawan ini lebih dikenal dengan nickname hideatsa. Memiliki kredibilitas yang mumpuni dalam bidang copy-paste. Meskipun tampan, ia juga baik hati dan tidak sombong.

Related Posts

1 komentar:

Write komentar
April 9, 2017 at 2:32 PM delete

coba tes emot lah yaaa.. :) :( =)D

Reply
avatar